PROPERTY INSIDE – Riscon Realty (PT Riscon Victory) semakin menancapkan tajinya di industri properti nasional. Berdiri sejak 2004, dalam rentang waktu 14 tahun perusahaan yang dikomandani Ari Tri Priyono ini telah membangun ribuan unit rumah subsidi.

Selain itu, proyeknya pun berkembang hingga 72 proyek yang tersebar di 28 kota dan di 11 provinsi. Alhasil Riscon pun menjadi salah satu developer yang aktif berkontribusi memasok rumah subsidi hingga kini.

Baca juga: Kepemilikan Properti Asing bagi Pengembang

Ari yang juga menjabat sebagai Sekjen Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), mengatakan penyediaan rumah subsidi merupakan fokus bisnis perusahaan (Riscon).

Terkait rencana proyek pada tahun 2019 mendatang, Ari mengatakan bahwa akan ada proyek baru yang dikembangkan Riscon di Karawang, Jawa Barat. “Lokasinya di Klari dengan luas 100 hektar,” imbuhnya.

Baca juga: Riscon Terbitkan SBIJP Senilai 500 Miliar

Dalam tahap awal pengembangannya, proyek yang dilabeli dengan nama Grand Riscon Karawang akan meluncurkan 1000 unit rumah subsidi.

Saat ini progres proyek tersebut masih dalam perizinan dan ditargetkan akan di pasarkan pada tengah tahun 2019.

Ditanya, soal tahun politik dan proyek baru, Ari tak khawatir. Menurutnya, potensi pasar rumah subsidi sudah punya pasar sendiri, jadi tak perlu khawatir akan terganggu hajatan politik.

Baca juga: Himperra: Harga Rumah Subsidi 2019 Harus Segera Diputuskan

“Apalagi Karawang, sebagai kota yang digerakan oleh kawasan industri dengan jumlah ratusan ribu merupakan pasar yang gemuk, punya captive market,” ucap Ari.

Ia juga menegaskan kelebihan proyek rumah subsidi yang dikembangkan Riscon menjadi daya tarik masyarakat untuk membeli karena dilengkapi dengan berbagai fasilitas.

Selain di Karawang, proyek Riscon yang berada di Bogor,  Grand Riscon Dramaga pada awal tahun depan akan melucurkan proyek non subsidi atau komersial.

Baca juga: Pemerintah Harus Segera Putuskan  Harga Rumah Subsidi

Produk komersial di Grand Riscon Dramaga ini dibanderol dengan harga berkisar antara Rp200 juta hingga Rp500 juta. Menurut Ari, harga di bawah Rp500 juta pasarnya besar tidak ada istilah pasar lesu karena konsumennya end user.

Sehingga menyambut tahun politik, Ari meyakini target penjualan perusahaannya tidak akan diturunkan. Selain dikarenakan target market yang real, Riscon juga menerapkan strategi penjualan langsung, bekerjasama dengan berbagai instasi pemerintah atau pun swasta.

Sumber : https://www.propertyinside.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tahun Politik, Captive Market Jadi Strategi Riscon Realty

by Riscon Realty time to read: 1 min
0